Monthly Archives: July 2007

COMPIERE ERP & CRM

i. Apa Itu COMPIERE ERP & CRM

Compiere adalah sebuah software ERP (singkatan dari
Enterprise Resource Planning), dan merupakan sebuah
software ERP berbasis open source yang paling popular
saat ini. Sudah lebih dari 800.000 kali (s/d th2006) di download
dari website http://www.sourceforge.net , Compiere
yang di bangun dengan menggunakan Java J2EE dapat di
jalankan di berbagai platform seperti Windows, Linux,
Unix, dll.

ii. Mengapa Compiere Berbeda?

Ada beberapa hal yang membuat Compiere berbeda dengan
sistem ERP yang lain, dimana Compiere memiliki
beberapa kelebihan sehingga Compiere menjadi salah
satu pilihan terbaik dalam memilih sistem ERP.
Kelebihan kelebihan tersebut diantaranya adalah :

Implementasi Cepat, Dengan asumsi tanpa memerlukan
proses pengambilan keputusan yang panjang, yang
umumnya terjadi karena masalah perhitungan biaya dan
investasi (serta kerugiannya apabila sistem ternyata
gagal). Dengan Compiere resiko kerugian sangat kecil,
misalnya apabila anda menghentikan proyek implementasi
karena suatu alasan. Disamping itu Compiere tidak
mengenal kata gagal, karena apabila sistem yang ada
pada Compiere tidak dapat memenuhi kebutuhan
perusahaan anda secara maksimal, anda masih dapat
mengembangkannya sendiri dari source code yang
tersedia.

Benar benar Terintegras, artinya semua data (ERP, CRM
dan Akunting) di picu dari transaksi yang sama. Tidak
diperlukan migrasi, penggabungan atau trasformasi
data. User yang memasukkan data tidak perlu takut
tentang informasi yang perlu di masukkan untuk CRM,
karena informasi informasi tersebut secara otomatis
akan terintegrasi.

Aman dari Kegagalan, orang umumnya akan berusaha aman
dari kesalahan. Akan tetapi sebenarnya tidak ada
lingkungan yang benar benar aman, mengingat banyaknya
variable keamanan. Sehingga anda pasti yakin akan
adanya bug dan masalah. Sehingga, idenya adalah
membangun system dimana anda dapat berbuat salah
secara aman, dimana anda dapat memperbaiki kesalahan,
mengulangi dari awal dan anda dapat mengatasi situasi
tersebut.

Rich and Reach – Rich (kaya) mengacu pada system
Clien/Server interface yang memiliki semua fitur yang
diperlukan. Reach (terjangkau) mengacu kepada web
interface dimana dapat diakses tanpa harus memerlukan
program khusus dari sisi klien.

Global Market, cukup mudah membangun multi fungsi di
Compiere dimana mengijinkan anda untuk berbuat di
pasar global dengan bahasa yang berbeda, mata uang,
dan metode akuntansi.

Smart User Interface, hampir semua tampilan windows
dikembangkan pada aturan dasar, berdasarkan andas. Hal
ini mengijinkan untuk akses yang sangat personal dan
memberikan user apa yang diperlukan. Dalam hal
tersebut, Compiere benar benar memperhitungkan fakta
bahwa beda orang akan memiliki kebutuhan yang berbeda
pula. Penggerak Perbendaharaan data memungkinkan
setup berbasis per-user. Semua windows dapat di
kustomisasi dan dikurangi terhadap field2 dimana user
sesungguhnya memerlukannya dimana hal ini memberikan
flexibiltas lebih baik dari aplikasi lain.

iii. Target Pasar Compiere

Compiere dirancang untuk industri yang bergerak
dibidang jasa, distribusi dan retail. Terdapat fungsi
dasar dari Managemen material serta termasuk juga
Manufacturing Planning meskipun dalam skala terbatas.
Tidak ada fungsi manufaktur seperti Shopfloor kontrol
dan Full MRP.
Compiere adalah untuk perusahaan kecil dan menengah
(SME), seperti halnya perusahaan tunggal, untuk
rangkaian distribusi, outlet dari sebuah manufaktur,
franchises dll.

COMPIERE ERP & CRM

i. Apa Itu COMPIERE ERP & CRM

Compiere adalah sebuah software ERP (singkatan dari
Enterprise Resource Planning), dan merupakan sebuah
software ERP berbasis open source yang paling popular
saat ini. Sudah lebih dari 800.000 kali (s/d th2006) di download
dari website http://www.sourceforge.net , Compiere
yang di bangun dengan menggunakan Java J2EE dapat di
jalankan di berbagai platform seperti Windows, Linux,
Unix, dll.

ii. Mengapa Compiere Berbeda?

Ada beberapa hal yang membuat Compiere berbeda dengan
sistem ERP yang lain, dimana Compiere memiliki
beberapa kelebihan sehingga Compiere menjadi salah
satu pilihan terbaik dalam memilih sistem ERP.
Kelebihan kelebihan tersebut diantaranya adalah :

Implementasi Cepat, Dengan asumsi tanpa memerlukan
proses pengambilan keputusan yang panjang, yang
umumnya terjadi karena masalah perhitungan biaya dan
investasi (serta kerugiannya apabila sistem ternyata
gagal). Dengan Compiere resiko kerugian sangat kecil,
misalnya apabila anda menghentikan proyek implementasi
karena suatu alasan. Disamping itu Compiere tidak
mengenal kata gagal, karena apabila sistem yang ada
pada Compiere tidak dapat memenuhi kebutuhan
perusahaan anda secara maksimal, anda masih dapat
mengembangkannya sendiri dari source code yang
tersedia.

Benar benar Terintegras, artinya semua data (ERP, CRM
dan Akunting) di picu dari transaksi yang sama. Tidak
diperlukan migrasi, penggabungan atau trasformasi
data. User yang memasukkan data tidak perlu takut
tentang informasi yang perlu di masukkan untuk CRM,
karena informasi informasi tersebut secara otomatis
akan terintegrasi.

Aman dari Kegagalan, orang umumnya akan berusaha aman
dari kesalahan. Akan tetapi sebenarnya tidak ada
lingkungan yang benar benar aman, mengingat banyaknya
variable keamanan. Sehingga anda pasti yakin akan
adanya bug dan masalah. Sehingga, idenya adalah
membangun system dimana anda dapat berbuat salah
secara aman, dimana anda dapat memperbaiki kesalahan,
mengulangi dari awal dan anda dapat mengatasi situasi
tersebut.

Rich and Reach – Rich (kaya) mengacu pada system
Clien/Server interface yang memiliki semua fitur yang
diperlukan. Reach (terjangkau) mengacu kepada web
interface dimana dapat diakses tanpa harus memerlukan
program khusus dari sisi klien.

Global Market, cukup mudah membangun multi fungsi di
Compiere dimana mengijinkan anda untuk berbuat di
pasar global dengan bahasa yang berbeda, mata uang,
dan metode akuntansi.

Smart User Interface, hampir semua tampilan windows
dikembangkan pada aturan dasar, berdasarkan andas. Hal
ini mengijinkan untuk akses yang sangat personal dan
memberikan user apa yang diperlukan. Dalam hal
tersebut, Compiere benar benar memperhitungkan fakta
bahwa beda orang akan memiliki kebutuhan yang berbeda
pula. Penggerak Perbendaharaan data memungkinkan
setup berbasis per-user. Semua windows dapat di
kustomisasi dan dikurangi terhadap field2 dimana user
sesungguhnya memerlukannya dimana hal ini memberikan
flexibiltas lebih baik dari aplikasi lain.

iii. Target Pasar Compiere

Compiere dirancang untuk industri yang bergerak
dibidang jasa, distribusi dan retail. Terdapat fungsi
dasar dari Managemen material serta termasuk juga
Manufacturing Planning meskipun dalam skala terbatas.
Tidak ada fungsi manufaktur seperti Shopfloor kontrol
dan Full MRP.
Compiere adalah untuk perusahaan kecil dan menengah
(SME), seperti halnya perusahaan tunggal, untuk
rangkaian distribusi, outlet dari sebuah manufaktur,
franchises dll.

SAP Architecture & SAP Version Development

SAP Architecture & SAP Version DevelopmentSAP’s products focus on ERP, which it helped to pioneer. The company’s main product is MySAP ERP. The name of its predecessor, SAP R/3 give a clue to its functionality: the "R" stands for realtime data processing and the number 3 relates to a 3-tier architecture: database, application server and client (SAPgui). R/2, which ran on a Mainframe architecture, was the first SAP version.

Other major product offerings include Advanced Planner and Optimizer (APO), Business Information Warehouse (BW), Customer Relationship Management (CRM), Supply Chain Management (SCM), Supplier Relationship Management (SRM), Human Resource Management Systems (HRMS), Product Lifecycle Management (PLM), Exchange
Infrastructure (XI), Enterprise Portal (EP) and SAP Knowledge Management (KM).

The APO name has been retired and rolled into SCM. The BW name (Business Warehouse) has now been rolled into the SAP NetWeaver BI (Business Intelligence) suite and functions as the reporting module.

The company also offers a new technology platform, named SAP NetWeaver. While its original products are typically used by Fortune 500 companies, SAP is now also actively targeting small and medium sized enterprises (SME) with its SAP Business One and SAP All-in-One.

Reportedly, there are over 100,800 SAP installations at more than 28,000
companies. SAP products are used by over 12 million people in more than 120 countries.

SAP sendiri memiliki 3 jenis produk:

- My SAP Business Suite atau yang lebih dikenal dengan nama R/3.
Merupakan produk utama dan pertama dari SAP. Sudah memiliki ratusan
customer yang merupakan korporasi di seluruh dunia.
Merupakan full customise system, menggunakan bahasa pemrograman sendiri
(ABAP).
Untuk mengimplementasikan produk yang satu ini, anda perlu meluangkan
investasi min US$ 500.000, waktu implementasi min
1 thn, serta team IT yang solid dan capable.
Ilustrasinya: Anda ingin membuat rumah, disediakan tanahnya, bahan
bangunan, arsitek, kontraktor, buruh, tapi design & perencanaan
silahkan anda develop dan rundingkan sendiri dengan resources yang anda
miliki.

- My SAP All-in-One, atau A1, merupakan turunan dari R/3 yang sudah memiliki
best practice dari industri vertical tertentu (mis: trading,
distribusi, manufacture, building management, etc.)
Sama seperti R/3 merupakan full customise system juga, akan tetapi sudah
ada rangka best practice-nya. Programming language: ABAP.
Untuk mengimplementasikan produk yg satu ini, persiapkan investasi sebesar
min US$ 150.000, dengan waktu implementasi min 6 bln, serta
team IT yg solid & capable.
Ilustrasinya: Kerangka dan design rumah sudah ada, tinggal anda customise
sesuai keinginan anda.

- My SAP Business One atau B1, merupakan produk paling ekonomis dari SAP.
Dengan general modul yg bisa dipergunakan di semua jenis perusahaan, B1
memiliki keunggulan dengan adanya fondasi yang kuat, ditopang
oleh flexibilitas program mengikuti business proses dari customer
menggunakan Add On modul.
Investasinya berkisar dari US$ 30.000 – 100.000 dengan waktu implementasi
mulai 20 man days.
Ilustrasi: bangunan rumah sudah ada, tinggal pilih interior, warna cat,
dekorasi dll.

SAP Architecture & SAP Version Development

SAP Architecture & SAP Version DevelopmentSAP’s products focus on ERP, which it helped to pioneer. The company’s main product is MySAP ERP. The name of its predecessor, SAP R/3 give a clue to its functionality: the "R" stands for realtime data processing and the number 3 relates to a 3-tier architecture: database, application server and client (SAPgui). R/2, which ran on a Mainframe architecture, was the first SAP version.

Other major product offerings include Advanced Planner and Optimizer (APO), Business Information Warehouse (BW), Customer Relationship Management (CRM), Supply Chain Management (SCM), Supplier Relationship Management (SRM), Human Resource Management Systems (HRMS), Product Lifecycle Management (PLM), Exchange
Infrastructure (XI), Enterprise Portal (EP) and SAP Knowledge Management (KM).

The APO name has been retired and rolled into SCM. The BW name (Business Warehouse) has now been rolled into the SAP NetWeaver BI (Business Intelligence) suite and functions as the reporting module.

The company also offers a new technology platform, named SAP NetWeaver. While its original products are typically used by Fortune 500 companies, SAP is now also actively targeting small and medium sized enterprises (SME) with its SAP Business One and SAP All-in-One.

Reportedly, there are over 100,800 SAP installations at more than 28,000
companies. SAP products are used by over 12 million people in more than 120 countries.

SAP sendiri memiliki 3 jenis produk:

- My SAP Business Suite atau yang lebih dikenal dengan nama R/3.
Merupakan produk utama dan pertama dari SAP. Sudah memiliki ratusan
customer yang merupakan korporasi di seluruh dunia.
Merupakan full customise system, menggunakan bahasa pemrograman sendiri
(ABAP).
Untuk mengimplementasikan produk yang satu ini, anda perlu meluangkan
investasi min US$ 500.000, waktu implementasi min
1 thn, serta team IT yang solid dan capable.
Ilustrasinya: Anda ingin membuat rumah, disediakan tanahnya, bahan
bangunan, arsitek, kontraktor, buruh, tapi design & perencanaan
silahkan anda develop dan rundingkan sendiri dengan resources yang anda
miliki.

- My SAP All-in-One, atau A1, merupakan turunan dari R/3 yang sudah memiliki
best practice dari industri vertical tertentu (mis: trading,
distribusi, manufacture, building management, etc.)
Sama seperti R/3 merupakan full customise system juga, akan tetapi sudah
ada rangka best practice-nya. Programming language: ABAP.
Untuk mengimplementasikan produk yg satu ini, persiapkan investasi sebesar
min US$ 150.000, dengan waktu implementasi min 6 bln, serta
team IT yg solid & capable.
Ilustrasinya: Kerangka dan design rumah sudah ada, tinggal anda customise
sesuai keinginan anda.

- My SAP Business One atau B1, merupakan produk paling ekonomis dari SAP.
Dengan general modul yg bisa dipergunakan di semua jenis perusahaan, B1
memiliki keunggulan dengan adanya fondasi yang kuat, ditopang
oleh flexibilitas program mengikuti business proses dari customer
menggunakan Add On modul.
Investasinya berkisar dari US$ 30.000 – 100.000 dengan waktu implementasi
mulai 20 man days.
Ilustrasi: bangunan rumah sudah ada, tinggal pilih interior, warna cat,
dekorasi dll.

What is SAP IDES (Internet Demonstration and Evaluation System)?

What is SAP IDES (International Demonstration and Evaluation System)?

SAP IDES is a normal R/3 but with lots of DEMO data.

The system that contains several sample companies typifying relevant
business processes. It is simple to use and has a variety of master
and transaction data, and is used for demos, online/classroom
training, and presentations. Potential customers use IDES to trial and
test software via Internet.

SAP IDES – the "Internet Demonstration and Evaluation System" in the
R/3 System, represents a model company. It consists of an
international group with subsidiaries in several countries. IDES
contains application data for various business scenarios that can be
run in the SAP System. The business processes in the IDES system are
designed to reflect real-life business requirements, and have access
to many realistic characteristics. IDES uses easy-to-follow business
scenarios to show you the comprehensive functions of the R/3 System.
The focal point of IDES, however, is not the functionality itself, but
the business processes and their integration.

IDES not only covers the Logistics area, but also Financials, and
Human Resources. It demonstrates how the R/3 System is able to support
practically all types of industries, from discrete production through
to process industries, from engineering-to-order to repetitive
manufacturing. However, IDES is not a sector-oriented model company.
The individual processes are based on practice-oriented data for
sectors such as Retailing or Banking. The IDES group manufactures
products as diverse as elevators, motorcycles, and paints.

IDES is managed by SAP just as any regular business enterprise. SAP
regularly updates the IDES data (master data, transaction data, and
customizing). IDES also carry out period-end closing and plan with
different time-horizons. Transaction data are generated to ensure that
the information systems in all areas have access to realistic
evaluation data. IDES are constantly implementing new, interesting
business scenarios to highlight the very latest functions available in
the R/3 System. New functions are represented and documented by IDES
scenarios.

Above all, IDES shows you the possibilities of the integrated
applications in the SAP System. IDES cover all aspects of a business
enterprise, including Human Resources, Financial Accounting, Product
Cost Planning, Overhead Management, Profitability Analysis, Planning,
Sales and Distribution, Materials Management, Production, and much,
much more. IDES have also integrated document administration and
third-party CAD systems within the IDES system. This means that you
can call up and display external documents, or access CAD drawings.

IDES shows you how the R/3 System supports production processes, the
supply chain, and the efficient usage of global resources. Or perhaps
you would like to increase your understanding of
just-in-time-production or the integration of the electronic KANBAN
system in an MRP II environment? IDES provides the ideal way to learn
about areas such as Product Cost Controlling, Activity-Based Costing,
or integrated Service Management and Plant Maintenance. How to manage
high inflation is just one of the ever-growing number of IDES business
scenarios that you can choose from.

MSY

http://www.ipoms.web.id

What is SAP IDES (Internet Demonstration and Evaluation System)?

What is SAP IDES (International Demonstration and Evaluation System)?

SAP IDES is a normal R/3 but with lots of DEMO data.

The system that contains several sample companies typifying relevant
business processes. It is simple to use and has a variety of master
and transaction data, and is used for demos, online/classroom
training, and presentations. Potential customers use IDES to trial and
test software via Internet.

SAP IDES – the "Internet Demonstration and Evaluation System" in the
R/3 System, represents a model company. It consists of an
international group with subsidiaries in several countries. IDES
contains application data for various business scenarios that can be
run in the SAP System. The business processes in the IDES system are
designed to reflect real-life business requirements, and have access
to many realistic characteristics. IDES uses easy-to-follow business
scenarios to show you the comprehensive functions of the R/3 System.
The focal point of IDES, however, is not the functionality itself, but
the business processes and their integration.

IDES not only covers the Logistics area, but also Financials, and
Human Resources. It demonstrates how the R/3 System is able to support
practically all types of industries, from discrete production through
to process industries, from engineering-to-order to repetitive
manufacturing. However, IDES is not a sector-oriented model company.
The individual processes are based on practice-oriented data for
sectors such as Retailing or Banking. The IDES group manufactures
products as diverse as elevators, motorcycles, and paints.

IDES is managed by SAP just as any regular business enterprise. SAP
regularly updates the IDES data (master data, transaction data, and
customizing). IDES also carry out period-end closing and plan with
different time-horizons. Transaction data are generated to ensure that
the information systems in all areas have access to realistic
evaluation data. IDES are constantly implementing new, interesting
business scenarios to highlight the very latest functions available in
the R/3 System. New functions are represented and documented by IDES
scenarios.

Above all, IDES shows you the possibilities of the integrated
applications in the SAP System. IDES cover all aspects of a business
enterprise, including Human Resources, Financial Accounting, Product
Cost Planning, Overhead Management, Profitability Analysis, Planning,
Sales and Distribution, Materials Management, Production, and much,
much more. IDES have also integrated document administration and
third-party CAD systems within the IDES system. This means that you
can call up and display external documents, or access CAD drawings.

IDES shows you how the R/3 System supports production processes, the
supply chain, and the efficient usage of global resources. Or perhaps
you would like to increase your understanding of
just-in-time-production or the integration of the electronic KANBAN
system in an MRP II environment? IDES provides the ideal way to learn
about areas such as Product Cost Controlling, Activity-Based Costing,
or integrated Service Management and Plant Maintenance. How to manage
high inflation is just one of the ever-growing number of IDES business
scenarios that you can choose from.

MSY

http://www.ipoms.web.id

Modul Functional SAP R/3

Modul dan aplikasi yang terdapat dalam suatu software
SAP R/3 tergantung kepada versinya. SAP secara terus
menerus melakukan upgrade terhadap software R/3 agar
sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jaman. Secara
keseluruhan, SAP R/3 versi 4.6C terbagi menjadi tiga
functional area:

§ Financial
§ Logistics
§ Human Resources

Sementara masing-masing functional area terdiri dari
berbagai macam modul pendukung. Selengkapnya modul
yang terdapat pada SAP R/3 versi 4.6C sebagai berikut:

§ Financial
· Financial Accounting (FI)
· Controlling (CO)
· Investment Management (IM)
· Treasury (TR)
· Enterprise Controlling (EC)

§ Logistics
· Logistics Execution (LE)
· Sales and Distribution (SD)
· Materials Management (MM)
· Plant Maintenance (PM)
· Production Planning and Control (PP)
· Logistics – General (LO)
· Quality Management (QM)
· Project System (PS)
· Customer Service (CS)
· Real Estate Management (Industry Solution)

§ Human Resources
· Personnel Management (PA)
· Personnel Time Management (PT)
· Payroll (PY)
· Training and Event Management (PE)
· Organizational Management
· Travel Management (TV)

Setiap modul R/3 mendukung fungsi-fungsi manajemen
tertentu. Penjelasan masing-masing modul adalah
sebagai berikut:

A. Financial
1. FI-Financial Accounting
Software bisnis SAP ditujukan untuk menyediakan
pengukuran secara kontinu terhadap profitabilitas
perusahaan. Modul FI juga mengukur kinerja keuangan
perusahaan, berdasarkan pada data transaksi intenal
maupun eksternal.
Modul FI menyediakan dokumen keuangan yang mampu
melacak (mengaudit) setiap angka yang terdapat dalam
suatu laporan keuangan hingga ke data transaksi
awalnya.

2. CO-Controlling
Fungsi dari modul CO adalah untuk mendukung empat
kegiatan operasional:
· Pengendalian capital investment
· Pengendalian aktivitas keuangan perusahaan,
memonitor dan merencanakan pembayaran
· Pengendalian pendanaan terhadap procurement,
pengadaan dan penggunaan dana di setiap area
· Pengendalian biaya dan profit berdasarkan semua
aktivitas perusahaan

3. IM- Investment Management
Fungsi dari modul IM ini overlapping dengan fungsi
yang dijalankan oleh modul TR, namun modul IM lebih
spesifik ditujukan untuk menganalisis kebijakan
investasi jangka panjang dan fixed assets dari
perusahaan dan membantu manajemen dalam membuat
keputusan.

4. EC-Enterprise Controlling
Tujuan dari modul EC adalah untuk memberikan akses
bagi Enterprise Controller kepada Information
Warehouse mengenai hal-hal berikut:
· Kondisi keuangan perusahaan
· Hasil dari perencanaan dan pengendalian perusahaan
· Investasi
· Maintenance dari aset perusahaan
· Akuisisi dan pengembangan SDM perusahaan
· Kondisi pasar yang berkaitan dengan pengambilan
keputusan, seperti ukuran pasar, market share,
competitor performance
· Faktor-faktor struktural dari proses bisnis, seperti
struktur produksi, struktur biaya, financial
accounting dan profitability analysis.

5. TR-Treasury
Modul TR berfungsi untuk mengintegrasikan antara cash
management dan cash forecasting dengan aktivitas
logistik dan transaksi keuangan.

B. Logistics
1. LE-Logistics Execution
Modul LO juga merupakan modul yang terintegrasi dengan
modul yang lainnya, yaitu modul PP, EC, SD, MM, PM dan
QM. Pada intinya, modul ini fokus pada pengaturan
logistik dari masa purchasing hingga distribusi. Dari
purchase requisition, good receipt hingga delivery.

2. SD-Sales Distribution
Desain dari modul SD ditekankan kepada penggunaan
strategi penjualan yang sensitif terhadap perubahan
yang terjadi di pasar. Prioritas utama dari penggunaan
modul ini adalah untuk membuat struktur data yang
mampu merekam, menganalisis, dan mengontrol aktivitas
untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan dan
menghasilkan profit yang layak dalam periode akuntansi
yang akan datang.

3. MM-Materials Management
Fungsi utama dari modul MM adalah untuk membantu
manajemen dalam aktivitas sehari-hari dalam tipe
bisnis apapun yang memerlukan konsumsi material,
termasuk energi dan servis.

4. PP-Production Planning
Modul PP ini didasarkan pada pendekatan klasik
Materials Requirement Planning (MRP II), dan dengan
demikian menjalankan fungsi yang serupa dengan MRP II
dalam merencanakan dan mengendalikan jalannya material
sampai kepada proses delivery produk.

5. PM-Plant Maintenance
Modul PM berfungsi untuk mendukung dan mengontrol
pemeliharaan peralatan dan bangunan secara efektif,
mengatur data perawatan, dan mengintegrasikan data
komponen peralatan dengan aktivitas operasional yang
sedang berjalan.

6. QM-Quality Management
Modul QM terintegrasi dengan modul PP-PI Production
Planning for Process Industries. Salah satu fungsi
dari modul QM adalah untuk menyediakan master data
yang dibutuhkan berdasarkan rekomendasi dari ISO-9000
series.

7. PS-Project System
Modul PS dikonsentrasikan untuk mendukung
kegiatan-kegiatan berikut ini:
· Perencanaan pendahuluan terhadap waktu dan value
· Perencanaan detail dengan menggunakan perencanaan
cost element atau unit costing dan menetapkan waktu
kritis, pendeskripsian aktivitas dan penjadwalan
· Koordinasi dari resources melalui otomasi permintaan
material, manajemen inventori, network planning dari
orang, kapasitas, material, operating resources dan
servis
· Monitoring terhadap material, kapasitas dan dana
selama proyek berjalan
· Penutupan proyek dengan analisis hasil dan perbaikan

C. Human Resources
Berfungsi untuk:
· Memudahkan melaksanakan manajemen yang efektif dan
tepat waktu terhadap salary, benefit dan biaya yang
berkaitan dengan SDM perusahaan
· Melindungi data personalia dari pihak luar
Membangun sistem rekruitmen dan pembangunan SDM yang
efisien melalui manajemen karir

Modul Functional SAP R/3

Modul dan aplikasi yang terdapat dalam suatu software
SAP R/3 tergantung kepada versinya. SAP secara terus
menerus melakukan upgrade terhadap software R/3 agar
sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jaman. Secara
keseluruhan, SAP R/3 versi 4.6C terbagi menjadi tiga
functional area:

§ Financial
§ Logistics
§ Human Resources

Sementara masing-masing functional area terdiri dari
berbagai macam modul pendukung. Selengkapnya modul
yang terdapat pada SAP R/3 versi 4.6C sebagai berikut:

§ Financial
· Financial Accounting (FI)
· Controlling (CO)
· Investment Management (IM)
· Treasury (TR)
· Enterprise Controlling (EC)

§ Logistics
· Logistics Execution (LE)
· Sales and Distribution (SD)
· Materials Management (MM)
· Plant Maintenance (PM)
· Production Planning and Control (PP)
· Logistics – General (LO)
· Quality Management (QM)
· Project System (PS)
· Customer Service (CS)
· Real Estate Management (Industry Solution)

§ Human Resources
· Personnel Management (PA)
· Personnel Time Management (PT)
· Payroll (PY)
· Training and Event Management (PE)
· Organizational Management
· Travel Management (TV)

Setiap modul R/3 mendukung fungsi-fungsi manajemen
tertentu. Penjelasan masing-masing modul adalah
sebagai berikut:

A. Financial
1. FI-Financial Accounting
Software bisnis SAP ditujukan untuk menyediakan
pengukuran secara kontinu terhadap profitabilitas
perusahaan. Modul FI juga mengukur kinerja keuangan
perusahaan, berdasarkan pada data transaksi intenal
maupun eksternal.
Modul FI menyediakan dokumen keuangan yang mampu
melacak (mengaudit) setiap angka yang terdapat dalam
suatu laporan keuangan hingga ke data transaksi
awalnya.

2. CO-Controlling
Fungsi dari modul CO adalah untuk mendukung empat
kegiatan operasional:
· Pengendalian capital investment
· Pengendalian aktivitas keuangan perusahaan,
memonitor dan merencanakan pembayaran
· Pengendalian pendanaan terhadap procurement,
pengadaan dan penggunaan dana di setiap area
· Pengendalian biaya dan profit berdasarkan semua
aktivitas perusahaan

3. IM- Investment Management
Fungsi dari modul IM ini overlapping dengan fungsi
yang dijalankan oleh modul TR, namun modul IM lebih
spesifik ditujukan untuk menganalisis kebijakan
investasi jangka panjang dan fixed assets dari
perusahaan dan membantu manajemen dalam membuat
keputusan.

4. EC-Enterprise Controlling
Tujuan dari modul EC adalah untuk memberikan akses
bagi Enterprise Controller kepada Information
Warehouse mengenai hal-hal berikut:
· Kondisi keuangan perusahaan
· Hasil dari perencanaan dan pengendalian perusahaan
· Investasi
· Maintenance dari aset perusahaan
· Akuisisi dan pengembangan SDM perusahaan
· Kondisi pasar yang berkaitan dengan pengambilan
keputusan, seperti ukuran pasar, market share,
competitor performance
· Faktor-faktor struktural dari proses bisnis, seperti
struktur produksi, struktur biaya, financial
accounting dan profitability analysis.

5. TR-Treasury
Modul TR berfungsi untuk mengintegrasikan antara cash
management dan cash forecasting dengan aktivitas
logistik dan transaksi keuangan.

B. Logistics
1. LE-Logistics Execution
Modul LO juga merupakan modul yang terintegrasi dengan
modul yang lainnya, yaitu modul PP, EC, SD, MM, PM dan
QM. Pada intinya, modul ini fokus pada pengaturan
logistik dari masa purchasing hingga distribusi. Dari
purchase requisition, good receipt hingga delivery.

2. SD-Sales Distribution
Desain dari modul SD ditekankan kepada penggunaan
strategi penjualan yang sensitif terhadap perubahan
yang terjadi di pasar. Prioritas utama dari penggunaan
modul ini adalah untuk membuat struktur data yang
mampu merekam, menganalisis, dan mengontrol aktivitas
untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan dan
menghasilkan profit yang layak dalam periode akuntansi
yang akan datang.

3. MM-Materials Management
Fungsi utama dari modul MM adalah untuk membantu
manajemen dalam aktivitas sehari-hari dalam tipe
bisnis apapun yang memerlukan konsumsi material,
termasuk energi dan servis.

4. PP-Production Planning
Modul PP ini didasarkan pada pendekatan klasik
Materials Requirement Planning (MRP II), dan dengan
demikian menjalankan fungsi yang serupa dengan MRP II
dalam merencanakan dan mengendalikan jalannya material
sampai kepada proses delivery produk.

5. PM-Plant Maintenance
Modul PM berfungsi untuk mendukung dan mengontrol
pemeliharaan peralatan dan bangunan secara efektif,
mengatur data perawatan, dan mengintegrasikan data
komponen peralatan dengan aktivitas operasional yang
sedang berjalan.

6. QM-Quality Management
Modul QM terintegrasi dengan modul PP-PI Production
Planning for Process Industries. Salah satu fungsi
dari modul QM adalah untuk menyediakan master data
yang dibutuhkan berdasarkan rekomendasi dari ISO-9000
series.

7. PS-Project System
Modul PS dikonsentrasikan untuk mendukung
kegiatan-kegiatan berikut ini:
· Perencanaan pendahuluan terhadap waktu dan value
· Perencanaan detail dengan menggunakan perencanaan
cost element atau unit costing dan menetapkan waktu
kritis, pendeskripsian aktivitas dan penjadwalan
· Koordinasi dari resources melalui otomasi permintaan
material, manajemen inventori, network planning dari
orang, kapasitas, material, operating resources dan
servis
· Monitoring terhadap material, kapasitas dan dana
selama proyek berjalan
· Penutupan proyek dengan analisis hasil dan perbaikan

C. Human Resources
Berfungsi untuk:
· Memudahkan melaksanakan manajemen yang efektif dan
tepat waktu terhadap salary, benefit dan biaya yang
berkaitan dengan SDM perusahaan
· Melindungi data personalia dari pihak luar
Membangun sistem rekruitmen dan pembangunan SDM yang
efisien melalui manajemen karir

Mengenal Business Intelligence Software (BI)

Mengenal Business Intelligence Software (BI)

Bicara mengenai software aplikasi dalam dunia industri, sampai saat ini yang
merupakan state-of-the-art technology adalah aplikasi ERP (Enterprise
Resource Planning). Sampai tahun 2005 ini tidak ada software aplikasi yang
dapat melebihi kecanggihan ERP. Tidak mengherankan karena ERP telah mencakup
keseluruhan organisasi, dan meliputi semua aktivitas dalam organisasi. Namun
bagi yang berkecimpung di dunia IS/ES (Information System/Enterprise System),
kita dengan mudah belajar bahwa pasti akan ada aplikasi-aplikasi lain yang
akan muncul dan memberikan benefit-benefit baru pada praktisi industri.
Benefit yang tidak mampu untuk disediakan oleh software yang lama.
Bila kita ikuti trend perkembangan software IS/ES -dari MRP I, MRP II,
hingga ERP- titik berat perkembangannya adalah pada otomasi proses bisnis.
Inti pemikirannya adalah bila task rutin di tingkat shop floor yang bersifat
repetitif bisa diselesaikan oleh komputer (dengan bantuan sistem informasi)
maka produktivitas karyawan bisa ditingkatkan. Makin banyak volume pekerjaan
yang terselesaikan. Bila produktivitas karyawan meningkat dengan demikian
akan terjadi efisiensi produksi.
Sebenarnya dari paparan di atas pun, dengan mudah kita dapat kenali
kelemahan dari software-software IS/ES tadi. MRP I, MRP II sampai ERP hanya
bicara mengenai efisiensi. Penghematan biaya, penghematan waktu, penghematan
inventory, dan lain sebagainya. Bagaimana dengan efektivitas?
Di era persaingan global ini, tuntutan untuk "do the right thing" jauh lebih
besar dan lebih sulit untuk dilakukan dibandingkan dengan "do things right".
Percuma bicara efisiensi distribusi bila ternyata yang kita produksi tidak
laku karena modelnya tidak disukai pasar. Percuma bicara penghematan waktu
dan biaya di shop floor bila pesaing kita melakukan outsourcing produksi dan
mereka tetap tidak kehilangan competitive edge.
Karena itulah muncul topik-topik seperti CRM dan SCM yang populer belakangan
ini. Di dunia IS/ES kita mengenal satu software yang sedang banyak
dibicarakan, yaitu Business Intelligence Software (BI).
Apa itu BI? Business Intelligence Software (BI) secara singkat juga dikenal
sebagai dashboard. Ini karena secara umum BI berfungsi seperti halnya
dashboard pada kendaraan. BI memberikan metrik (ukuran-ukuran) yang
menentukan performa kendaraan (organisasi). BI juga memberikan informasi
kondisi internal, seperti halnya suhu pada kendaraan. Dan BI juga memberikan
sinyal-sinyal pada pengemudi bila terjadi kesalahan pada kendaraan, seperti
bila bensin akan habis pada kendaraan. Semuanya berguna bagi pengemudi agar
mampu mengendalikan kendaraannya dengan lebih baik dan mampu membuat
keputusan yang tepat dengan lebih cepat.
Pada prakteknya, BI akan berfungsi sebagai analis, penghitung scorecard,
sekaligus memberikan rekomendasi pada user terhadap tindakan yang sebaiknya
diambil. Dengan menjalankan fungsi dashboard, user BI akan mengenali potensi
ketidakberesan pada perusahaan sekaligus dengan penyebabnya sebelum hal
tersebut berkembang menjadi masalah yang besar. BI akan berfungsi memberikan
advance alarm, memberikan informasi trend dan melakukan benchmark.
Jadi kenapa perusahaan harus mengadopsi dashboard? Ada 7 keunggulan utama BI
yang akan memberikan value bagi perusahaan:
1. Konsolidasi informasi
Dengan BI dijalankan di dalam perusahaan, data akan diolah dalam satu
platform dan disebarkan dalam bentuk informasi yang berguna (meaningful) ke
seluruh organisasi. Dengan ketiadaan information assymmetry, kolaborasi dan
konsolidasi di dalam perusahaan dapat diperkuat. Dengan konsolidasi, maka
dapat dimungkinkan pembuatan cross-functional dan corporate-wide reports.
Meskipun harus diakui, benefit ini juga mampu disediakan oleh software ERP.
2. In-depth reporting
Software Business Process Management (BPM) memang mampu memberikan report
dan analisis, namun cukup sederhana dan hanya bertolak pada kondisi intern.
Sedangkan BI mampu menyediakan informasi untuk isu-isu bisnis yang lebih
besar pada level strategis.
3. Customized Graphic User Interface (GUI)
Beberapa ERP memang berusaha membuat tampilan GUI yang user friendly, namun
BI melangkah lebih jauh dengan menyediakan fasilitas kustomisasi GUI.
Sehingga tampilan GUI jauh dari kesan teknis dan memberikan view of business
sesuai dengan keinginan masing-masing user.
4. Sedikit masalah teknis
Ini karena -pertama- sifatnya yang user friendly meminimasi kemungkinan
operating error dari user, dan -kedua- BI hanya merupakan software pada
layer teratas (information processing) dan bukan business process management.

5. Biaya pengadaan rendah
Karena BI hanya software yang bekerja pada layer teratas dari pengolahan
informasi, harga software-nya tidak semahal ERP. Biaya pengadaannya pun
menjadi lebih murah dibandingkan ERP.
6. Flexible databank
BI membuka kemungkinan untuk berkolaborasi dengan ERP sebagai pemasok
databank yang akan diolah menjadi reports dan scorecard, namun BI juga dapat
bekerja dari databank yang dibuat terpisah. BI pun menjadi terbuka untuk
digunakan oleh analis profesional dan peneliti, yang data olahannya bersifat
sekunder.
7. Responsiveness
Sifat dashboard (BI) lain yang tidak dimiliki oleh ERP adalah dalam hal
kecepatan (responsiveness). Misalnya pada penghitungan service level sebagai
salah satu Key Performance Indicator (KPI). Fungsi dashboard akan memberikan
peringatan kepada user sebelum batas bawah dalam service level (lower limit)
terlampaui. Akibatnya masalah bisa ditangani sebelum benar-benar muncul ke
permukaan. Salah satu contoh pada industri kesehatan, penggunaan BI berjasa
mencegah penyebaran suatu penyakit/wabah secara luas (outbreak).
Nama-nama vendor BI memang masih asing di Indonesia. Beberapa nama yang
terkemuka antara lain Business Object, Cognos, Hyperion, MicroStrategy, SAS
dan Bowstreet.
Di Amerika Utara dan Eropa, saat ini kustomer BI telah tersebar luas pada
sektor industri-industri terbesar seperti bank, airline, energi, elektronik,
kesehatan, agrikultur. Vendor-vendor BI juga telah berkolaborasi dengan
vendor-vendor Supply-Chain, Operating System (Windows, Unix, Linux), dan
software BPM seperti SAP, Oracle, IBM dan EMC. Kolaborasi ini menyebabkan
kustomer yang mengimplementasikan BI tidak memiliki kesulitan dalam hal
integrasi dengan sistem yang selama ini ada di organisasi mereka.
Bagaimana trend ke depan? Bila di Indonesia dashboard masih barang yang
baru, di Amerika dan Eropa saat ini timbul kecenderungan pengguna BI turun
dari level eksekutif ke level office worker. Penggunaan BI pun meluas, dari
yang semula hanya ditujukan pada top-level decision-maker ternyata pada
prakteknya sangat bermanfaat juga bagi daily decision-maker. Ini karena
dashboard -dengan setting metrik yang tepat- bisa mengurangi waktu siklus
pengolahan informasi dan pada akhirnya meningkatkan efektivitas karyawan
dalam pengambilan keputusan.
Bagaimana dengan ukuran industri? Sebagaimana data terakhir pada pertengahan
2005 menunjukkan, 60% perusahaan AS yang berpendapatan di atas $100 juta
telah mengimplementasi BI. 40% sisanya berencana implementasi sebelum 2006
berakhir.
Bagaimana industri di Indonesia?

Mohammad Okki – November 2005

Mengenal Business Intelligence Software (BI)

Mengenal Business Intelligence Software (BI)

Bicara mengenai software aplikasi dalam dunia industri, sampai saat ini yang
merupakan state-of-the-art technology adalah aplikasi ERP (Enterprise
Resource Planning). Sampai tahun 2005 ini tidak ada software aplikasi yang
dapat melebihi kecanggihan ERP. Tidak mengherankan karena ERP telah mencakup
keseluruhan organisasi, dan meliputi semua aktivitas dalam organisasi. Namun
bagi yang berkecimpung di dunia IS/ES (Information System/Enterprise System),
kita dengan mudah belajar bahwa pasti akan ada aplikasi-aplikasi lain yang
akan muncul dan memberikan benefit-benefit baru pada praktisi industri.
Benefit yang tidak mampu untuk disediakan oleh software yang lama.
Bila kita ikuti trend perkembangan software IS/ES -dari MRP I, MRP II,
hingga ERP- titik berat perkembangannya adalah pada otomasi proses bisnis.
Inti pemikirannya adalah bila task rutin di tingkat shop floor yang bersifat
repetitif bisa diselesaikan oleh komputer (dengan bantuan sistem informasi)
maka produktivitas karyawan bisa ditingkatkan. Makin banyak volume pekerjaan
yang terselesaikan. Bila produktivitas karyawan meningkat dengan demikian
akan terjadi efisiensi produksi.
Sebenarnya dari paparan di atas pun, dengan mudah kita dapat kenali
kelemahan dari software-software IS/ES tadi. MRP I, MRP II sampai ERP hanya
bicara mengenai efisiensi. Penghematan biaya, penghematan waktu, penghematan
inventory, dan lain sebagainya. Bagaimana dengan efektivitas?
Di era persaingan global ini, tuntutan untuk "do the right thing" jauh lebih
besar dan lebih sulit untuk dilakukan dibandingkan dengan "do things right".
Percuma bicara efisiensi distribusi bila ternyata yang kita produksi tidak
laku karena modelnya tidak disukai pasar. Percuma bicara penghematan waktu
dan biaya di shop floor bila pesaing kita melakukan outsourcing produksi dan
mereka tetap tidak kehilangan competitive edge.
Karena itulah muncul topik-topik seperti CRM dan SCM yang populer belakangan
ini. Di dunia IS/ES kita mengenal satu software yang sedang banyak
dibicarakan, yaitu Business Intelligence Software (BI).
Apa itu BI? Business Intelligence Software (BI) secara singkat juga dikenal
sebagai dashboard. Ini karena secara umum BI berfungsi seperti halnya
dashboard pada kendaraan. BI memberikan metrik (ukuran-ukuran) yang
menentukan performa kendaraan (organisasi). BI juga memberikan informasi
kondisi internal, seperti halnya suhu pada kendaraan. Dan BI juga memberikan
sinyal-sinyal pada pengemudi bila terjadi kesalahan pada kendaraan, seperti
bila bensin akan habis pada kendaraan. Semuanya berguna bagi pengemudi agar
mampu mengendalikan kendaraannya dengan lebih baik dan mampu membuat
keputusan yang tepat dengan lebih cepat.
Pada prakteknya, BI akan berfungsi sebagai analis, penghitung scorecard,
sekaligus memberikan rekomendasi pada user terhadap tindakan yang sebaiknya
diambil. Dengan menjalankan fungsi dashboard, user BI akan mengenali potensi
ketidakberesan pada perusahaan sekaligus dengan penyebabnya sebelum hal
tersebut berkembang menjadi masalah yang besar. BI akan berfungsi memberikan
advance alarm, memberikan informasi trend dan melakukan benchmark.
Jadi kenapa perusahaan harus mengadopsi dashboard? Ada 7 keunggulan utama BI
yang akan memberikan value bagi perusahaan:
1. Konsolidasi informasi
Dengan BI dijalankan di dalam perusahaan, data akan diolah dalam satu
platform dan disebarkan dalam bentuk informasi yang berguna (meaningful) ke
seluruh organisasi. Dengan ketiadaan information assymmetry, kolaborasi dan
konsolidasi di dalam perusahaan dapat diperkuat. Dengan konsolidasi, maka
dapat dimungkinkan pembuatan cross-functional dan corporate-wide reports.
Meskipun harus diakui, benefit ini juga mampu disediakan oleh software ERP.
2. In-depth reporting
Software Business Process Management (BPM) memang mampu memberikan report
dan analisis, namun cukup sederhana dan hanya bertolak pada kondisi intern.
Sedangkan BI mampu menyediakan informasi untuk isu-isu bisnis yang lebih
besar pada level strategis.
3. Customized Graphic User Interface (GUI)
Beberapa ERP memang berusaha membuat tampilan GUI yang user friendly, namun
BI melangkah lebih jauh dengan menyediakan fasilitas kustomisasi GUI.
Sehingga tampilan GUI jauh dari kesan teknis dan memberikan view of business
sesuai dengan keinginan masing-masing user.
4. Sedikit masalah teknis
Ini karena -pertama- sifatnya yang user friendly meminimasi kemungkinan
operating error dari user, dan -kedua- BI hanya merupakan software pada
layer teratas (information processing) dan bukan business process management.

5. Biaya pengadaan rendah
Karena BI hanya software yang bekerja pada layer teratas dari pengolahan
informasi, harga software-nya tidak semahal ERP. Biaya pengadaannya pun
menjadi lebih murah dibandingkan ERP.
6. Flexible databank
BI membuka kemungkinan untuk berkolaborasi dengan ERP sebagai pemasok
databank yang akan diolah menjadi reports dan scorecard, namun BI juga dapat
bekerja dari databank yang dibuat terpisah. BI pun menjadi terbuka untuk
digunakan oleh analis profesional dan peneliti, yang data olahannya bersifat
sekunder.
7. Responsiveness
Sifat dashboard (BI) lain yang tidak dimiliki oleh ERP adalah dalam hal
kecepatan (responsiveness). Misalnya pada penghitungan service level sebagai
salah satu Key Performance Indicator (KPI). Fungsi dashboard akan memberikan
peringatan kepada user sebelum batas bawah dalam service level (lower limit)
terlampaui. Akibatnya masalah bisa ditangani sebelum benar-benar muncul ke
permukaan. Salah satu contoh pada industri kesehatan, penggunaan BI berjasa
mencegah penyebaran suatu penyakit/wabah secara luas (outbreak).
Nama-nama vendor BI memang masih asing di Indonesia. Beberapa nama yang
terkemuka antara lain Business Object, Cognos, Hyperion, MicroStrategy, SAS
dan Bowstreet.
Di Amerika Utara dan Eropa, saat ini kustomer BI telah tersebar luas pada
sektor industri-industri terbesar seperti bank, airline, energi, elektronik,
kesehatan, agrikultur. Vendor-vendor BI juga telah berkolaborasi dengan
vendor-vendor Supply-Chain, Operating System (Windows, Unix, Linux), dan
software BPM seperti SAP, Oracle, IBM dan EMC. Kolaborasi ini menyebabkan
kustomer yang mengimplementasikan BI tidak memiliki kesulitan dalam hal
integrasi dengan sistem yang selama ini ada di organisasi mereka.
Bagaimana trend ke depan? Bila di Indonesia dashboard masih barang yang
baru, di Amerika dan Eropa saat ini timbul kecenderungan pengguna BI turun
dari level eksekutif ke level office worker. Penggunaan BI pun meluas, dari
yang semula hanya ditujukan pada top-level decision-maker ternyata pada
prakteknya sangat bermanfaat juga bagi daily decision-maker. Ini karena
dashboard -dengan setting metrik yang tepat- bisa mengurangi waktu siklus
pengolahan informasi dan pada akhirnya meningkatkan efektivitas karyawan
dalam pengambilan keputusan.
Bagaimana dengan ukuran industri? Sebagaimana data terakhir pada pertengahan
2005 menunjukkan, 60% perusahaan AS yang berpendapatan di atas $100 juta
telah mengimplementasi BI. 40% sisanya berencana implementasi sebelum 2006
berakhir.
Bagaimana industri di Indonesia?

Mohammad Okki – November 2005