ERP untuk Perkebunan

By | September 24, 2009

From: Heri Hartawan

Dear pak,

Untuk perusahaan perkebunan, biasanya untuk operational system banyak menggunakan system untuk agri industri, ini banyak macam seperti :
* TD Technology
* Harvest
* Lintramax
* Trees, dll

Sedangkan untuk analisa di Head Office baru digunakan ERP system seperti SAP, IFS, dll.

Karena apabila mengcustom ERP system ke operational kebun biasanya terlalu banyak yg harus dicustom, sehingga beberapa perkebunan besar lebih memilih menggunakan system perkebunan untuk opeationalnya.

Dengan system perkebunan yg spesifik tersebut banyak informasi untuk analisa kebun yang didapat seperti :
* analisa perblock
* perhitungan HK
* analisa rotasi perawatan dan panen.

Terima kasih.

=====
Posted by: "faber manurung"
Thu Dec 4, 2008 11:33 pm (PST)

Dear Pak Tio,

SAP sudah banyak di pake beberapa perusahaan perkebunan khususnya di
Indo. Sedikit menyimpulkan bagaimana SAP bisa memenuhi proses yg bapak
inginkan.

1. Untuk biaya pupuk, semprot, tools, bibit : bisa didapatkan melalui
pemakaian bahan yang di bebankan langsung ke cost center / project /
internal Order pada lahan. Di SAP di sebutkan GI terhadap cost center
/ project ==> MM module

2. Biaya Tenaga kerja berdasarkan HK (KHT & KHL) bisa di akomodir di
SAP melalui transaksi aktivity type x rate / jam kerja per cost center
/ project / Internal order pada lahan. ==> CO / PS module

3. Biaya pemakai kendaraan : activity type x rate kendaraan. untuk
activity type angkanya di dapatkan dari jam pemakain kendaraan per
cost center / project / Internal order.
==> PM, CO / PS module

Semua biaya2 tersebut akan bermuara di cost center (block tanaman)
lahannya sehingga kita bisa mendapatkan report biaya / cost per Block
tanaman.
Jika ingin tau hingga level POKOK Tanaman maka:
Biaya per POKOK = Total Cost per Block per bulan / jumlah pokok dalam
block

Kira2 seperti itu. Semoga membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.