Memilih Satria “ERP” Idaman

By | September 11, 2009

Memilih ERP package dewasa ini tak ubahnya seperti memilih seorang
"ksatria idaman" di jaman legenda kerajaan-kerajaan masa lalu,
sebagaimana biasanya dikisahkan bahwa sang Raja mempunyai seorang
putri yang cantik jelita, dan sudah saatnya untuk dicarikan jodoh
ksatria yang "terbaik" yang dipilih dari seluruh pelosok jagad.

Maka sang Raja menitahkan Perdana Menteri (yaitu Anda) untuk
melaksanakan tugas yang maha penting ini, karena pilihan yang bagus,
artinya berhasil memilih ksatria yang tepat sebagai jodoh sang putri,
akan sangat mempengaruhi nasib dan kejayaan kerajaan di masa mendatang.

Ksatria yang tepat akan menjadi pelindung bagi kerajaan dari serangan
musuh, memastikan generasi penerus bagi sang Raja, dan membuahkan
keturunan yang baik bagi dinasti kerajaan. Sebaliknya, memilih ksatria
yang keliru (ternyata yang terpilih ternyata lelaki "memble" padahal
kelihatan "perlente") bisa menjadi bencana besar, karena memilih
ksatria bagi sang putri hendaknya hanya dilakukan sekali saja, tidak
diinginkan sang putri mengalami kawin-cerai yang selalu menyakitkan.
Ksatria yang "salah pilih" akan menjadi buah simalakama, dipecat
sebagai menantu susah, dibiarkan sebagai menantu juga salah.

Oleh karena itu Anda sebagai pemegang mandat pemilihan menantu raja
perlu melengkapi diri dengan "konsep dan kriteria" yang teruji, agar
dalam menyaring para ksatria calon menantu raja, benar-benar
dihasilkan "satu" calon yang terbaik bagi sang putri untuk selamanya;
dan itu baik juga bagi sang Raja, dan bagi masa depan kerajaan secara
keseluruhan, sehingga itu juga baik untuk menjamin jabatan Anda di
samping sang Raja.

Sejak diumumkannya sayembara ( karena begitu terkenalnya kecantikan
sang Putri selain nama besar kerajaan), maka berdatanganlah berbagai
satria perkasa dari berbagai belahan jagad raya secara
berbondong-bondong, semua menemui Anda untuk mendaftar dan mengadu
nasib, yaitu melamar menjadi pasangan sang Putri Raja yang cantik
jelita tadi.

Berikut adalah kriteria yang bisa Anda pertimbangkan dalam mengelola
proses "sayembara" memperebutkan sang Putri Raja nan cantik jelita
tersebut:

Kriteria 1: Pemilihan awal —> Kesaktian. Senjata sakti macam apa
saja yang dikuasai sang Ksatria ? (Dalam konteks seleksi ERP:
Technology Base & Functionalities. Di masa lalu ini seringkali
dijadikan kriteria utama, bahkan satu-satunya, namun dengan
berkembangnya kesadaran bahwa keberhasilan
implementasi ERP tergantung banyak faktor, pertimbangan teknologi /
fungsionalitas seringkali hanya dijadikan sebagai kriteria
prakualifikasi.
Salah satu referensi yang paling banyak dipakai untuk menilai
pengembang software ERP (maupun produk IT lainnya) adalah Gartner
Quadrant (attachment tidak bisa dimuat, jadi saya cabut), yang menilai
setiap ERP berdasarkan dua aspek: ketajaman visi sang pengembang dalam
mengantisipasikan kebutuhan masa depan, dan "user friendliness"
aplikasi ERP yang ditawarkan).

Kriteria 2: Idaman dan impian sang Putri. Sang Putri tidak sudi lagi
"dijodohkan" oleh para "tetua" kerajaan, karena dia mempunyai
penilaian sendiri mengenai figur ksatria idaman sebagai pasangannya.
(Dalam konteks seleksi ERP: Users Requirements. Dewasa ini, berbeda
dengan "era MIS" di masa lalu, penilaian users menjadi lebih
dipentingkan, karena users sekarang dituntut untuk tidak sekadar
menjadi "dumb data entry operators", mereka harus menjadi pekerja yang
intelligent /cerdas dan memahami proses bisnis.
Oleh karena itu dalam pemilihan ERP, pendapat key users perlu didengar
sejak awal, karena merekalah yang paling berperanan dalam
mendefinisikan ERP system requirements secara rinci, paling tidak yang
bersifat "current" atau operational prequirements)

Kriteria 3: Kontes Unjuk Kesaktian. Para ksatria diundang ke lapangan
keraton, dan di hadapan Raja dan sang Putri dan Anda mereka diadu
satu-sama-lain, atau dihadapkan melawan algojo kerajaan, atau di suruh
menunjukkan kelihaiannya dalam menggunakan senjata andalannya. (Dalam
konteks seleksi ERP: Quick Simulation & Modeling. Setiap calon vendor
di berikan company "real" case yang sama, dan dalam waktu yang singkat
(satu / dua hari) diminta mendemonstrasikan solusinya dengan ERP mereka.
Sebagaimana ungkapan "easy said than done"; yang Anda perlukan adalah
"bukti dan bukan janji", bahwa sesuatu requirements memang bisa dipenuhi.
Preliminary test "kejantanan" semacam ini memberikan indikasi yang
cukup akurat, apakah dalam kenyataannya nanti ERP tertentu memang
handal dan fungsional, atau hanya sekadar janji gombal.

Kriteria 4: "Bibit, Bebet, dan Bobot". Penelusuran asal-usul
keturunan, riwayat latar belakang keluarga, untuk memastikan bahwa
sang Ksatria datang dari asal usul keluarga yang terhormat dan
sederajat, bukan keturunan rampok; semasa remaja dia sopan dan bukan
begajulan, banyak menolong rakyat, dan belajar pada guru yang sakti
mandraguna. (Dalam konteks seleksi
ERP: Referencing. Barangkali ini adalah kriteria yang paling penting
sebelum menjatuhkan pilihan pada ERP tertentu. Prestasi ERP bukanlah
suatu kebetulan, mesti ada reputasi masa lalu yang menunjang. Ini
dengan mudah bisa digali dari pada para pengguna ERP yang sama.
Parameter terpenting yang perlu diperiksa antara lain: (a) dukungan
service-support: keahlian, kecepatan, ketanggapan / respons, dan
biayanya; (b) pengalaman users dalam
menggunakan ERP: stabilitas sistem, kemudahan, performance,
customization, flexibility ; (c) Total Cost of Ownership (TCO): kita
bisa terkecoh bahwa biaya atau investasi awal ternyata tidak
mencerminkan total atau future cost, dan ini akan mempengaruhi ROI
dari ERP yang kita pilih. Vendor bisa saja menawarkan "angin surga",
namun pendapat "user" lain jauh lebih bisa dipercaya sebagai referensi
Anda. Tanpa melakukan referencing Anda menanggung resiko yang tidak perlu.

Pada saudara Perdana Menteri, diucapkan "selamat" bersayembara..

Leave a Reply

Your email address will not be published.